Tinju

Wilder Bisa Balas Kalahkan Fury, Buddy McGirt: Siapkah Mentalnya?

single-image

Deontay Wilder membutuhkan bantuan untuk mengalahkan Tyson Fury agar bisa merebut kembali sabuk juara dunia WBC. Sinyal bantuan itu dinyalakan Buddy McGirt, mantan juara dunia yang kini melatih Sergey Kovalev.

McGirt mengatakan bahwa Wilder hanya perlu melakukan ‘penyesuaian kecil’ untuk mengalahkan Tyson Fury. Dia mengungkapkan siap membantu Wilder menjelang trilogi melawan Fury pertengahan musim panas mendatang.

“Tentu saja. Dia hanya perlu sedikit penyesuaian, bukan masalah besar,” kata McGirt kepada Sky Sports. “Dia punya cukup waktu, tetapi pertanyaannya adalah apakah dia siap secara mental?,”tanya McGirt.

Wilder kabarnya telah mempertahankan jasa asisten pelatih, Mark Breland, sosok yang membuat keputusan melemparkan handuk saat dihajar Fury dalam duel kedua pada 22 Februari lalu. Kendati mempertahankan Breland, tapi Wilder mengungkapkan kemarahan pada keputusan lempar handuk tersebut. Dia juga masih memakai jasa Jay Deas sebagai pelatih. Tetapi McGirt mempertimbangkan menawarkan keahliannya.

’’Semua orang membuat hal besar, seperti dia harus membuat perubahan besar. Tidak, hanya hal-hal kecil. Apa yang telah dia lakukan telah bekerja untuknya sejauh ini. Saya pikir dia lolos dari banyak hal-hal mendasar,’’ujarnya.

“Aku tidak akan mengatakan terlalu banyak kesalahan, aku hanya ingin mengatakan, terlalu mengandalkan kekuatan. Kamu harus mengaturnya. Beberapa orang akan memberikannya kepadamu untuk menjatuhkan mereka, saya harus mengaturnya,’’lanjutnya.

McGirt, yang melatih Sergey Kovalev untuk pertarungan gelar dunianya melawan Saul ‘Canelo’ Alvarez, menegaskan Wilder mampu membalas kekalahan sepihaknya, bahkan dengan hanya beberapa bulan untuk melakukan penyesuaian teknis.

’’Aku hanya berpikir dia punya potensi untuk mengalahkannya,” kata McGirt. “Saya tidak ingin mengatakan KO, tetapi saya yakin dia memiliki potensi untuk mengalahkannya. Seperti yang saya katakan, jika dia membuat sedikit penyesuaian kecil, saya pikir dia bisa menang. Aku tidak tahu apa yang salah. Hanya ada dua orang yang tahu apa yang salah dengannya malam itu – dia dan Tuhan – tapi dia jelas bukan dirinya sendiri.”

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like