Bulu Tangkis

Tontowi Pensiun, Peluang Ganda Campuran di Olimpiade 2020 Gimana?

single-image

Nasib ganda campuran di Olimpiade 2020 disorot menyusul pensiunnya Tontowi Ahmad. Pelatih Richard Mainaky diminta pintar-pintar atur strategi.

Tontowi mundur dari pelatnas pada Senin (18/5/2020). Keputusan pensiunnya itu menjadi kehilangan bagi pemain pelatnas PBSI, terkhusus ganda campuran.

Pasalnya, mereka masih membutuhkan sosok panutan dan mentor di sektornya. Hal tersebut untuk menunjang skill dan motivasi Praveen Jordan cs, terlebih Olimpiade ditunda hingga 23 Juli 2021. Demikian disampaikan legenda hidup Christian Hadinata.

Ya, situasinya sebetulnya sama (terjal). Tak hanya Indonesia saja, China, Korea, ya semua negara-negara pesaing kita di bulutangkis saya rasa sama. Selama BWF masih belum membuka pertandingan situasinya sama. Tapi paling penting menurut saya para pelatih adu pandai,” kata Christian kepada detikSport, dalam sambungan telepon Selasa (19/5/2020).

“Artinya bagaimana membuat program anak-anak didiknya, dalam hal ini Richard Mainaky sebagai pelatih kepala ganda campuran, supaya saat pertandingan bisa dimulai lagi dalam kondisi yang bagus, yang benar-benar siap bertanding,” sambungnya.

“Saat ini kan masing-masing negara bulutangkis adu strategi dalam program latihan. Apalagi fokus ke Olimpiade masih lama 2021. Jadi pintar-pintaran. Yang paling penting para pelatih yang harus buat program sedemikian rupa. Jadi ketika saatnya turnamen dibuka lagi, para pemain bisa memulai start dengan level yang sudah cukup tinggi,” tutupnya.

“Intinya, jangan sampai momen mundur Olimpiade jadi bikin kita lengah, kelewatan, justru harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tutup eks pemain nasional berusia 70 tahun ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like