Bulu Tangkis

Jakarta Belum Zona Hijau, Indonesia Open 2020 Sulit Digelar

single-image

Rencana PP PBSI untuk menggelar Indonesia Open 2020 November mendatang terancam tak terlaksana. BNBP hanya mengizinkan kegiatan olahraga di zona hijau.

PP PBSI menyambut keputusan BWF dengan positif setelah induk federasi internasional itu mengumumkan Indonesia Open bergulir 17-22 November. Untuk lokasi pelaksanaannya, PBSI menyebut Istora Senayan masih menjadi venuenya.

Akan tetapi, rencana itu kian sulit karena syarat yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) melarang adanya kegiatan jika daerah tersebut belum hijau.

Kepastian itu disampaikan Deputi I BNBP Bernadus Wisnu Widjaja dalam pertemuan di Kantor BNPB, Kamis (25/6/2020). Pertemuan dihadiri Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto, Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah, dan perwakilan PB Perbasi.

“Acuan waktu (November) tidak ada karena sangat tergantung dinamika masing-masing daerah. COVID-19 sendiri kita tak tahu bagaimana. Tadi pak Deputi I bicara sangat tergantung dari masing-masing daerahnya,” kata Budiharto kepada pewarta dalam sambungan telepon, usai pertemuan.

“Prinsip pertama boleh ajukan kegiatan jika daerahnya zona hijau. Kalaupun hijau protokol-protokol seperti buat pertandingan seperti apa, tempat penonton seperti apa, peserta dan panitia bagaimana, itu harus diikuti,” dia menjelaskan.

“Kalau daerahnya tidak (zona) hijau pasti tidak boleh ada kegiatan,” budiharto menegaskan.

Status zona itu pula bukan tak mungkin akan mempengaruhi penyelenggaraan turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut. Apalagi Jakarta masih zona merah.

“Venue tetap di Senayan, tapi apakah pakai penonton atau tidak, itu tergantung dinamika dari daerahnya. Yang penting kalau mau buat kegiatan dipastikan jangan jadi sentral penyebaran,” ujar dia

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like