Bulu Tangkis

Imbas Pandemi, Munas PBSI Mungkin Mundur Sampai Tahun Depan

single-image

PP PBSI meminta kelonggaran waktu kepada KONI Pusat untuk menggelar Musyawarah Nasional (Munas). Mereka minta dimundurkan enam bulan dari jadwal awal.

PBSI sejatinya punya tiga agenda rutin di akhir tahun yaitu salah satunya Musyawarah Nasional/Musyawarah Kerja Nasional. Masa kepengurusan PBSI dibawah pimpinan Ketua Umum Wiranto akan berakhir tahun ini. Merujuk jadwal Musyawarah Nasional PBSI, pemilihan pimpinan PBSI bergulir di akhir tahun (November-Desember).

Namun, kasus COVID-19 yang belum mereda membuat pengurus PBSI tak dapat menyelenggarakan Munas secara langsung. PBSI lantas melayangkan surat kepada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat untuk meminta kelonggaran waktu.

KONI sudah mengirim surat untuk mengingatkan PBSI mengenai periode kepengurusan yang selesai akhir tahun ini. Tapi waktu itu wabah COVID-19 belum berkembang,” tutur Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PP PBSI.

“Setelah ada pandemi dan melihat situasi, ketua umum meminta izin perpanjangan paling lama selama enam bulan, dan sampai sekarang kami belum mendapat jawaban dari KONI,” dia menjelaskan.

Terkait itu, pelaksanaan Munas di penghujung tahun juga memberi perubahan pada komposisi pengurus di tubuh PBSI, termasuk komposisi pelatih dan atlet di pelatnas.

Hal inilah yang harus diantisipasi mengingat kemungkinan tahun depan akan banyak sekali major events yang akan dilangsungkan seperti Olimpiade, Piala Thomas & Uber, Piala Sudirman, dan kejuaraan dunia.

Sementara itu, batalnya sebagian besar turnamen di tahun ini membuat PBSI juga kesulitan menentukan kriteria promosi dan degradasi. Salah satu penilaian penampilan atlet adalah capaian mereka di turnamen-turnamen yang mereka ikuti. Tanpa turnamen, PBSI tidak punya dasar yang kuat untuk merumuskan penilaian.

Terlebih Kejuaraan Nasional juga belum bisa dipastikan bergulir karena wabah Corona.

“Situasi saat ini masih tidak menentu, jadi semua saling menunggu, belum ada keputusan mengenai promosi dan degradasi. Kalau menurut AD/ART seharusnya ada promosi dan degradasi di setiap akhir tahun, tapi kami sulit menentukan dasarnya karena atlet tidak mengikuti turnamen,” tutup Budiharto.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like