Chat with us, powered by LiveChat
Bulu Tangkis

Greysia/Apriyani Mati-Matian Raih Gelar Pertama di Indonesia

single-image

 Greysia Polii/Apriyani Rahayu baru saja menjuarai Daihatsu Indonesia Masters 2020. Greysia/Apriyani langsung mengalihkan fokus ke Thailand Masters, pekan depan.

Greysia/Apriyani untuk kali pertama menjadi juara di turnamen BWF World Tour Super 500 yang digelar di Indonesia. Sukses itu dipastikan usai memenangi final melawan Maiken Fruegaard/Sara Thygesen 18-21, 21-11, 23-21, di Istora Senayan, Minggu (19/1/2020).

Hasil ini tentu menggembirakan bagi Greysia/Apriyani. Namun, ganda putri peringkat 8 BWF itu tidak bisa lama-lama terlarut dalam euforia karena mesti bersiap-siap menuju Thailand Masters 2020, yang digelar 21-26 Januari.

“Malam ini kami langsung packing karena besok main di Thailand,” kata Greysia.”Kami boleh merasa senang, boleh merasa spesial tapi sudah sampai hari saja. Balik lagi kami menjadi orang normal biasa, minggu depan ada pertandingan lagi karena tujuan kami belum kelar,” ujarnya.

Thailand Masters akan penting bagi Greysia/Apriyani. Tak sekadar demi mengulang sukses di Istora, sekaligus untuk menambah poin dalam kelolosan ke Olimpiade Tokyo.

“Jadi itu yang harus kami ingat terus menerus dan jangan puas. Tetap fokus pada tujuan akhir (Olimpiade Tokyo),” katanya.

Greysia/Apriyani Mati-Matian Raih Gelar Pertama di Indonesia

Greysia Polii/Apriyani Rahayu akhirnya mencicipi gelar pertamanya di Indonesia. Mereka merebut gelar Daihatsu Indonesia Masters 2020 setelah melewati pusing kepala dan mata kunang-kunang.

 

Laga final antara Greysia/Apriyani melawan Maiken Fruegaard/Sara Thygesen di Istora, Senayan, Minggu (19/1/2020) berlangsung ketat sejak awal.

 

Ganda putri Indonesia itu habis-habisan untuk meraih poin demi memaksa rubber game setelah sempat kehilangan gim pertama. Greysia/Apriyani akhirnya menang 18-21, 21-11, 23-22 setelah bertanding selama satu jam 20 menit.

“Kalau mau komentar tentang pertandingan tadi kami sedikit tertekan dan tak bisa main lepas. Beda dengan Denmark yang bermain sangat enjoy, padahal tidak ada yang mendukung, hanya mereka sendiri dan pelatihnya. Kami mencoba ambil hal positif itu dari mereka, makanya saat di gim kedua kami coba mengembalikkan keadaan bagaimana pun caranya,” sambungnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like